Thursday, 1 January 2015

MAKALAH MEKANISME PASAR

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Pasar adalah tempat bertemunya  atau interaksi antara permintaan dan penawaran. Dengan kata lain,  pasar merupakan kumpulan individu-individu (konsumen) yang membutuhkan barang atau jasa, sedangkan produsen yang menyediakan barang atau jasa. Pada pihak konsumen, akan terjadi permintaan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Permintaan barang didasarkan pada kebutuhan konsumen. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya permintaan tersebut adalah adanya harga barang itu sendiri, harga barang lain barang komplementer atau barang subtitusi),pendapatan konsumen, selera (teste), jumlah penduduk dan lain sebagainya.
Kemajuan yang telah dicapai berbagai perekonomian, terutama perekonomian negara-negara maju, membuktikan bahwa pada umumnya mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan beberapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya.

1. 2 Tujuan Penulisan
-          Mahasiswa dapat memahami pengertian dari mekanisme pasar.
-          Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pengertian permintaan dalam mekanisme pasar.
-          Mahasiswa dapat memahami hukum dan kurva permintaan.
-          Mehasiswa dapat mengetahui dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan juga pergeseran kurvanya.








BAB II
PEMBAHASAN
MEKANISME PASAR

2. 1 Pengertian Mekanisme Pasar
            Pasar adalah tempat bertemunya  atau interaksi antara permintaan dan penawaran. Dengan kata lain,  pasar merupakan kumpulan individu-individu (konsumen) yang membutuhkan barang atau jasa, sedangkan produsen yang menyediakan barang atau jasa. pasar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pasar barang dan pasar faktor. Pasar barang adalah tempat dimana pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa melakukan interaksi untuk menentukan jumlah dan harga barang atau jasa yang diperjual-belikan. Sedangkan Pasar Faktor adalah tempat dimana para pengusaha (pembeli faktor-faktor produksi) mengadakan interaksi dengan pemilik-pemilik faktor produksi untuk menentukan harga (pendapatan) dan jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakan dalam menghasilkan barang-barang dan jassa-jasa yang diminta massyarakat.
Kemajuan yang telah dicapai berbagai perekonomian, terutama perekonomian negara-negara maju, membuktikan bahwa pada umumnya mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan beberapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya[1].
            Mekanisme pasar dapat mengalokasikan faktor-faktor produksi dengan cukup efisien dan dapat mendorong perkembangan ekonomi disebabkan karena ia memiliki beberapa kebaikan, yaitu:
a.       Pasar dapat memberikan informasi yang lebih tepat
Salah satu pertimbangan yang harus difikirkan dalm menjalankan usaha adalah menentukan jenis barang-barang yang dapat dihasilkan secara menguntungkan. Pasar dapat memberikan informasi yang sangat berguna dalam hal ini, yaitu dengan memberikan keterangan tentang harga barang dan sampai dimana besarnya permintaan kepada berbagai barang.
b.      Pasar memberi perangsang untuk mengembangkan kegiatan usaha
Keadaan dalam pasar terus menerus mengalami perubahan. Ini akan memberikan dorongan kepada pengusaha untuk menambah produksi dan meningkatkan kegiatan ekonomi.
c.       Pasar memberi perangsang untuk memperoleh keahlian modern
Untuk mempercepat pertanbahan produksi, teknologi yang lebih modern harus digunakan dan kemarihan teknik dan manajemen yang modern diperlukan. Kebutuhan ini akan menjadi perangsang untuk memperoleh keahlian dan cara memproduksi secara modern.
d.      Pasar menggalakan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien
Harga suatu barang ditentukan oleh permintaan dan kelangkaannya. Makin besar permintaan makin tinggi harganya, dan makin langka penawarannya akan semakin tinggi harganya.
e.       Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi
Para pengusaha mempunyai kebebasan yang penuh untuk memilih jenis barang-barang yang akan diproduksinya dan jenis-jenis faktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan barang.

Di samping kebaikan, mekanisme pasar juga mendapat kritik. Kritik yang sering dikemukakan, yaitu:
a.       Kebebasan yang tidak terbatas menindas goongan-golongan tertentu
Kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi yang tidak ada batasnya dapat merugikan golongan yang lemah dan kaum minoritas.
b.      Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya
Mekanisme pasar yang bebas menyebabkan perekonomian selalu mengalami kegiatan naik nurun yang tidak teratur.
c.       Sistem pasar dapat menimbulkan monopoli
Tidak selalu mekanisme pasar itu merupakan suatu sistem pasar persaingan sempurna dimana harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan ditentukan oleh permintaan pembeli dan penawaran penjual yang banyak jumlahnya.
d.      Mekanisme pasar tidak dapat menyediaan beberapa jenis barang secara efisien
Masyarakat, secara bersama-sama, memerlukan beberapa jasa-jasa tertentu seperti jalan raya untuk mempertinggi efisiensi lalu lintas, angkatan bersenjata dan polisi untuk keamanan dan ketertiban. Jasa-jasa seperti itu tidak dapat disediakan oleh mekanisme pasar secra efisien. Untuk dapat menyediakan jasa-jasa itu dengan baik diperlukan campur tangan pemerintah
e.       Kegiatan konsumen dan produsen mungkin menimbulkan “Eksternalitas” yang merugikan
Yang dimaksudkan dengan eksternalitas adalah akibat sampingan (buruk atua baik) yang ditimbulkan oleh kegiatan mengkonsumsi atau memproduksi[2].

2. 2 Permintaan
A.    Pengertian dan Hukum Permintaan
            Permintaan menurut Kotler (1990) adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Kekuatan permintaan tergantung pada harganya[3].
Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu[4]. Permintaan ada dua, yaitu permintaan individu  (firm) dan permintaan pasar (market).  Permintaan individu adalah permintaan sejumlah barang oleh konsumen pada berbagai tingkat harga barang. Sedangkan permintaan pasar  adalah penjumlahan dari permintaan individu-individu, dengan kata lain kumpulan dari permintaan-permintaan individual membentuk permintaan pasar.
Di dalam mekanisme pasar, sisi permintaan dan sediaan bersama-sama menentukan baik kuantitas barang yang akan dibeli dan dijual maupun harga relatifnya. Permintaan dan sediaan saling berinteraksi secara serempak baik dalam perdagangan internasional maupun dalam pasar-pasarmestik atau lokal. Sisi permintaan dari setiap pasar ditentukan oleh selera dan penghasilan para pemakai produk. Selera dan penghasilan konsumen akan menghambat bagaimana kuantias barang yang diminta akan bereaksi terhadap perubahan-perubahan dalam harga.
            Hukum permintaan adalah jika harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun, demikian pula sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang yang diminta akan naik.[5] Dengan kata lain, jika jumlah barang yang lebih banyak dipasarkan, barang-barang itu hanya akan terjual dengan harga yang lebih rendah.

Text Box: Harga Satuan
Text Box: Jumlah yang diminta
 













B.     Kurva Permintaan
Kurva permintaan adalah kurva yang menghubungkan antara harga dengan jumlah produk yang diminta oleh pasar. Jika harga produk tersebut tinggi maka hanya sedikit permintaan terhadap produk tersebut. Tetapi, jika harganya semakin menurun maka permintaan terhadap produk tersebut akan semakin tinggi.
Text Box: Harga
Text Box: Permintaan kuantitas produk
 









Dari gambar tersebut terlihat bahwa pada saat harganya tinggi maka permintaan terhadap kuantitas produk adalah rendah, tetapi semakin harganya rendah maka permintaan terhadap kuantitas produk semakin tinggi. Dengan demikian fungsi antara harga dengan permintaan kuantitas produk disebut dengan kurva permintaan. Bentuk kurva perrmintaan adalah turun miring ke kanan bawah (downward sloping to yhe right). Hubungabn antara harga (price) dan jumlah (quantity) yang diminta itu terjalin karena adanya suatu ketentuan bahwa jumlah barang yang diminta merupakan fungsi (atau tergantung pada) harga, dan bukan sebaliknya. Hubungan seperti itu dapat di tuliskan sebagai berikut.

Formula bentuk hubungan antara P (harga) dengan  Q (jumlah barang yang diminta) seperti itu memberi arti bahwa di antara dua peubah (variabel) itu,maka peubah P atau harga satuan merupakan peubah bebas (dependent variabel).  Bentuk kurva yang berupa garis lurus bukan merupakan suatu keharusan. Bentuk yang mungkin untuk kurva permintaan itu bisa lurus, cekung terhadap titik nol, atau bahkan cembung terhadap titik nol seperti gabar di bawah ini.
 








(a)                                                    (b)                                          (c)
Dalam menganalisis permintaan perlu disadari perbedaan antara dua istilah, yaitu: permintaan dan jumlah barang yang diminta. Ahli ekonom mengatakan permintaan adalah keseluruhan  daripada kurva permintaan. Jadi permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan antara hubungan harga dan jumlah permintaan. Sedangkan ‘jumlah barang yang diminta” dimaksudkan sebagai banyaknya permintaa pada suatu tingkat harga tertentu. Setelah mengetahui kurva-kurva permintaan dalam hubungannya dengan kuantitas barang yang diminta terhadap harga, kita akan dapat mengkombinasikan mereka dengan kurva-kurva sediaan yang diperoleh dari kondisi-kondisi biaya untuk menunjukan produksi, konsumsi dan pengaruh-pengaruh harga lainnya[6].
Para ekonom menggunakan istilah ceteris paribus untuk menyatakan bahwa semua variabel yang relevan, kecuali variabel-variabel yang sedang dipelajari pada saat tersebut, dianggap konstan. Istilah yang diambil dari bahasa latin tersebut berarti “hal lainya dianggap tetap”. Kurva permintaan mempunyai kemiringan ke bawah karena, ceteris paribus, harga yang semakin rendah berarti kuantitas yang diminta semakin besar.
Meskipun istilah ceteris paribus mengacu pada situasi hipotesis di mana beberapa variabel diasumsi konstan, dalam dunia nyata banyak hal yang berubah-ubah pada waktu yang bersamaan. Untul alasan ini, kita gunakan peralatan penawaran atau permintaan untuk menganalisis kejadian-kejadian  (event) atau kebijakan-kebijakan, sangat penting untuk tetap mengingat apa yang akan tetap dan apa yang dianggap berubah.
·         Pada harga yang tinggi, banyak pembeli yang tidak mampu membeli atau mungkin cenderung mencari barang substitusi dengan harga terjangkau. Sedangkan pada harga rendah, pembeli yang tadinya kurang mammpu menjadi mampu untuk membeli.
·         Bagi pembeli perorangan, kenaikan harga akan memperkecil daya beli pembeli atau akan mengurangi anggaran untuk alat pemuas kebutuhan yang lainnya (dengan catatan pendapatan tetap).
·         Adanya harga barang substitusi yang harganya jauh lebih rendah akan lebih menarik apabila harga suatu barang atau jasa semakin tinggi. Akibatnya pembeli akan beralih dari barang atau jasa yang telah biasa di konsumsi ke barang atau jasa substitusi

C.    Permintaan Pasar dan permintaan Perseorangan
Permintaan terhadap suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permi taan yang dilakukan oleh seseorang dan permintaan yang dilakukan oleh semua orang di dalam pasar. Oleh karena itu, dalam analisis perlu dibedakan antara kurva permintaan perseorangan dan kurva permintaan pasar.
Karena kurva permintaan pasar diperoleh dari kurva permintaan perseorangan. Kuantitas yang diminta dalam sebuah pasar tergantung pada faktor-faktor yang menentukan kuantitas permintaan dari setiap pembeli individu. Dengan demikian, kuantitas yang diminta dalam sebuah pasar tidak hanya tergantung pada harga barang, tetapi juga pada pendapatan, selera, ekspektasi pembeli, serta harga barang, serta harga barang yang berkaitan. Permintaan juga tergantung pada jumlah pembeli.
Tabel: Permintaan Pasar Tehadap Buku Tulis


Gambar: kurva Permintaan Perseorangan dan Pasar











D.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah  harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan konsumen, jumlah penduduk, selera (teste) konsumen dan ekspetasi (perkiraan mengenai keadaan di masa yang akan datang).
1.      Harga Barang itu Sendiri.
Jika harga barang murah,  maka permintaan terhadap barang tersebut semakin bertambah, begitu pula sebaliknya. Jika harga barang mahal, maka permintaan terhadap barang tersebut semakin berkurang. Asumsi faktor lain dianggap konstan (cetris paribus).
2.      Harga barang lain
Barang substitusi adalah barang pengganti seperti beras disubtitusi dengan jagung, daging ayan disubstitusi dengan daaging kambing, dan sebagainya. Jika terjadi kenaikan harga beras, maka akan menyebabkan permintaan beras turun dan permintaan terhadap jagung naik.
Barang komplementer adalah barang pelengkap, seperti kopi dan gula, garpu dan sendok, bensin dan mobil. Jika harga gula naik, maka permintaan terhadap gula turun dan permintaan terhadap kopi juga turun karena gula merupakan barang komplementer daripada kopi.
3.      Tingkat pendapatan konsumen.
Tingkat pendapatan mencerminkan kemampuan beli (daya beli) konsumen. Makin tinggi pendapatan konsumen semakin besar permintaan terhadap suatu barang karena daya belinya meningkat. Karena jenis barang dalam kaitannya dengan pendapatan ada tiga, yaitu barang normal, barang inferior dan barang esensial.
Barang normal (normal good) adalah sebuah barang yang jika pendapatan meningkat maka akan mendorong peningkatan terhadap barang tersebut, dengan menganggap hal lainnya tetap. Sedangkan barang inferior (inferior good) adalah sebuah barang yang jika pendapatan meningkat dan menimbulkan penurunan terhadap kuantitas barang yang diminta tersebut, dengan menganggap hal lainnya tetap konstan.[7] Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti, makanan (beras) dan pakaian.
4.      Jumlah penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk akan semakin besar permintaan suatu barang atau jasa. penduduk di sini adalah konsumen potensial dalam mengkonsumsi barang.
5.      Selera (teste) atau kebiasaan
Penentu yang paling jelas terhadap permintaan konsumen adalah selera. Misalnya selera ata kebiasaan mengkonsumsi beras, jagung, sagu dan sebagainya. Ukuran yang biasa dipakai dalam skala ordinal, misalnya 1-5; 1-10 (skala sangat suka).
6.      Ekspektasi
Ekspektasi atau perkiraan konsumen mengenai masa mendatang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa saat ini. Ketersediaan barang dimassa yang akan datang dengan jumlah barang yang diminta adalah negatif. Artinya jika ketersediaan barang dimassa yang akan datang banyak, maka permintaan barang akan turun. Sebaliknya jika ketersediaannya sedikit, maka permintaan terhadap barang akan naik.
Untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor tersebut terhadap permintaan suatu barang sangatlah sulit. Oleh karena itu, dalam membicarakan teori permintaan, ahli ekonomi membuat analisis yang lebih sederhana. Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh tingkat harganya. Oleh sebab itu, dalam teori permintaan yang terutama dianalisis adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan harga barang tersebut[8].
           
E.     Pergeseran Kurva Permintaan
Apabila terdapat perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan-harga lainnya, maka kurva permintaan bergeser. Setiap perubahan yang meningkatkan kuantitas yang diminta pada setiap harga akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Begitu pula sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan kuantitas yang diminta pada setiap tingkat harga akan menggeser kurva permintaan ke kiri.
Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva permintaan:
-          Faktor bukan harga
Kurva permintaan kan bergerak keka Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurunnan atau kekiri apabila terdapat perubahan-perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh factor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.





Text Box: Harga
 











-          Faktor harga
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun
Description: http://1.bp.blogspot.com/_N4m0E9JYBM8/TAMzLT-evsI/AAAAAAAAAH4/BRn--6gzYX0/s320/gambar+5.JPG
Kurva pergeseran prmintaan, setiap perubahan yang meningkatkan kuantitas yang ingin dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu akan menggeser kurva permintaan ke arah kanan. Setiap perubahan yang menurunkan kuantitas yang ingin dibeli konsumen pada tingkat tertentu akan menggeser kurva permintaan ke kiri.
Teori Permintaan dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Pasar adalah tempat bertemunya  atau interaksi antara permintaan dan penawaran. mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan beberapa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya. Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Hukum permintaan adalah jika harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun, demikian pula sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang yang diminta akan naik. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah  harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan konsumen, jumlah penduduk, selera (teste) konsumen dan ekspetasi (perkiraan mengenai keadaan di masa yang akan datang). Setiap perubahan yang meningkatkan kuantitas yang diminta pada setiap harga akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Begitu pula sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan kuantitas yang diminta pada setiap tingkat harga akan menggeser kurva permintaan ke kiri.

3.2  Saran
Diharapkan kepada seluruh mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami teori mekanisme pasar dan pembagin-pembagiannya. Sehingga suatu pada suatu saat kelak dapat berguna bagi kehidupan.



[1] Sukirno, sadono, 2010, Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga, Jakarta: PT Rajawali Pers, hal.7
[2] Sukirno, sadono, 2010, Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga, Jakarta: PT Rajawali Pers, hal. 41-44
[3] Dr. Yogi, MS, 2004,  Ekonomi manajerial, Pendekatan Analisis Praktis Jilid kedua, Jakarta: Kencana, hal. 7
[4] Dr. Masyhuri, 2007, Ekonomi Mikro, Malang : Sukses Offset, hal. 76
[5] Suherman Rosyidi, 2006, Pengantar Ilmu Ekonomi, Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro & Makro, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, hal.294
[6] Peter H. Lindert, 1994, Ekonomi Internasional, Jakarta: Bumi Aksara, hal. 47
[7] N. Gregory Mankiw, 2003,  Pengantar Ekonomi Edisi Kedua, Jilid 1, Jakarta: Erlangga, hal. 84-85
[8] Sukirno, sadono, 2010, Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga, Jakarta: PT Rajawali Pers, hal.7

0 comments:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com