Saturday, 20 December 2014

MAKALAH PENGERTIAN JAGAT RAYA, BENDA LANGIT: BUMI, BULAN, MATAHAARI, PLANET, BINTANG DAN ASTEROID





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Salah satu ilmu non agama yang sangat besar sumbangannya bagi pelaksanaan tugas-tugas keagamaan dalam Islam adalah Ilmu Falak. Dengan ilmu ini saat-saat masuk dan keluarnya waktu-waktu shalat dapat di tentukan dengan akurat,dan penentuan awal bulan  puasa. Objek dan ruang lingkup pembahasan ilmu falak sangat banyak dan luas, salah satunya adalah Ilmu falak ilmy atau ilmu yang membahas teori dan konsep  alam jagat raya dan benda-benda langit yang dikenal sebagai ilmu Astronomi.
Pada makalah ini akan membahas tentang alam jagat raya dan benda-benda langit, yaitu berupa matahari, bumi, bulan, planet, satelit, komet, asteroid, meteoroid.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian alam jagat raya?
2.      Apa pengertian bintang, planet dan satelit?
3.      Apa pengertian matahari, bumi dan bulan?
4.      Apa pengertian komet, asteroid, dan meteorid?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian alam jagat raya.
2.      Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian bintang, planet dan satelit.
3.      Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian matahari, bumi dan bulan.
4.      Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian komet, asteroid, dan meteorid.





BAB II
PEMBAHASAN

Ilmu falak merupakan Ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit, tentang fisiknya, geraknya, ukurannya, segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Objek dan ruang lingkup pembahasan Ilmu falak sangat banyak dan luas, salah satunya adalah Theoretical astronomy atau Ilmu falak ilmy, yaitu ilmu yang membahas teori dan konsep  alam jagat raya dan benda-benda langit yang dikenal sebagai ilmu Astronomi.[1]

A.    Pengertian Alam Jagad Raya
Jagad Raya atau sering disebut Alam Semesta adalah keseluruhan ruang dan waktu yang terdiri dari triliyunan galaksi yang terbentuk dari bintang-bintang. Pengertian alam dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan). Sedangkan Semesta didefinisikan sebagai segala sesuatu yang ada, telah ada, dan akan ada. Menurut definisi dan pemahaman kita, Semesta terdiri dari tiga unsur: ruang dan waktu, yang dikenal sebagai ruang waktu atau vakum, materi dan berbagai bentuk energi dan momentum menempati ruang-waktu dan hukum-hukum alam yang mengatur semesta raya. Elemen-elemen ini akan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. Sebuah definisi terkait istilah Semesta, segala sesuatu yang ada pada saat satu waktu kosmologis, seperti saat ini, seperti dalam kalimat "Jagad Raya sekarang bermandikan seragam dalam radiasi gelombang mikro".[2]
Di jagad raya terdapat bermilyar-milyar bintang, planet-planet, komet, meteor. Selain itu di jagat raya juga terdapat debu, kabut dan gas.

B.     Pengertian Benda-benda Langit
Dalam pemahaman Ilmu Falak (astronomi), yang dimaksud dengan langit adalah seluruh ruang yang terbentang di atas bumi. Langit merupakan seluruh ruang angkasa semesta, yang di dalamnya terdapat berbagai benda langit, termasuk matahari,  bumi, planet-planet, galaksi-galaksi. Hal ini dikemukakan oleh al-Qur’an surat al-Mulk (67) ayat 5:
ôs)s9ur $¨Z­ƒy uä!$yJ¡¡9$# $u÷R9$# yxŠÎ6»|ÁyJÎ/ $yg»oYù=yèy_ur $YBqã_â ÈûüÏÜ»u¤±=Ïj9 ( $tRôtGôãr&ur öNçlm; z>#xtã ÎŽÏè¡¡9$# ÇÎÈ  
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.”
Benda-benda langit dapat dibedakan menjadi dua, yaitu benda-benda langit yang bergerak yang disebut planet-planet (al-sayyarat) dan yang tidak bergerak yang serung di sebut bintang-bintang (al-tsawabit).[3]
1.      Pengertian Bintang, Planet dan Satelit
a.      Bintang
Bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya. Cahaya bintang terdiri atas gas berpijar yang jika diamati mengeluarkan cahaya dengan warna yang berbeda, ada yang putih kebiru-biruan, merah, atau kekuning-kuningan. Menurut hukum Fisika, bintang yang memiliki cahaya putih kebiru-biruan memiliki temperature yang tinggi, semakin kemerahan atau kuning maka temperaturnya semakin rendah. Salah satu bintang yang paling dekat dengan bumi adalah matahari.
Bintang merupakan benda langit yang tidak bergerak yang disebut dengan al-tsawabit atau bintang sejati (fixed stars), bintang-bintang tetap yang mempunyai sinar sendiri. dikatakan tetap karena bintang-bintang itu selalu dalam susunan rasi yang relatif tetap. Rasi bintang yang dikenal dengan istilah al-buruj atau dalam bahasa latin disebut constellation, yaitu merupakan pengelompokan bintang-bintang pada langit.



b.      Planet
Planet (dari bahasa Yunani Kuno (astēr planētēs), berarti "bintang pengelana") adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri, tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi termonuklir, dan telah "membersihkan" daerah sekitar orbitnya yang dipenuhi planetesimal. Kata planet sudah lama ada dan memiliki hubungan sejarah, sains, mitologi, dan agama. Oleh peradaban kuno, planet dipandang sebagai sesuatu yang abadi atau perwakilan dewa.[4]
Planet (dari kata plan yang berarti datar), yaitu benda-benda langit yang  padat dan beredar pada orbitnya dan yang selalu mengelilingi matahari.[5] Dalam tata surya terdapat 8 planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

c.       Satelit
Satelit adalah benda langit yang kecil beredar mengelilingi benda langit yang lebih besar (planet) dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar.[6]
Ada dua jenis satelit, yaitu sebagai berikut:
a.       Satelit alami, yaitu satelit yang ada dalam tata surya dan bukan buatan manusia. Contohnya bulan.
b.      Satelit buatan, yaitu satelit yang dibuat oleh manusia. Contohnya Palapa.

2.      Pengertian Matahari, Bumi, dan Bulan
a.      Matahari
Matahari adalah suatu bintang yang menjadi pusat tata surya beserta planet-planetyang mengelilinginya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86% massa total Tata Surya. Secara kimiawi, sekira tiga perempat massa Matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat seperti oksigen, karbon, neon, besi, dan lain-lain.
Jarak rata-rata matahari diukur dari bumi adalah 149 juta Km, tetapi sering dibulatkan menjadi 150 km.[7]
Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul di tengah, sementara sisanya memimpih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi Tata Surya. Massa pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi termonuklir di intinya. Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa. 
Energi sinar matahari ini membantu perkembangan nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis dan mengubah iklim dan cuaca Bumi. Dampak luar biasa Matahari terhadap Bumi sudah diamati sejak zaman prasejarah. Matahari juga dianggap oleh sejumlah peradaban sebagai dewa. Pemahaman ilmiah yang akurat mengenai Matahari berkembang perlahan. Pada abad ke-19, beberapa ilmuwan ternama mulai sedikit tahu tentang komposisi fisik dan sumber tenaga Matahari. Pemahaman ini masih terus berkembang sampai sekarang.[8]

b.      Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan muncul di permukaannya pada miliar tahun pertama. Biosfer Bumi kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan.
Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia global. Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan aksi militer.[9]

c.       Bulan
Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.
Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17 persen daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari bertanggung jawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik).
Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi. Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi Bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik-menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm/tahun.
Allah menggunakan bulan sebagai sumpahnya yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Asy-Syams/91: 2.
Ä̍yJs)ø9$#ur #sŒÎ) $yg9n=s?  
Artinya : “dan bulan apabila mengiringinya”.

3.      Pengertian Komet, Asteroid, Dan Meteorid
a.      Asteroid
Asteroid (planetoid adalah bongkahan batuan yang terdapat dalam sabuk asteroid (antara orbit Mars dan Yupiter).
Asteroid (dari bahasa Yunani, ἀστήρ "bintang" + εἶδος "seperti", dalam bentuk), kadang-kadang dikelompokkan dengan centaur, trojan Neptunus dan objek trans-Neptunus menjadi planet minor atau planet, adalah kelas kecil tubuh Sistem Surya di orbit mengelilingi matahari. The "asteroid" istilah historis diterapkan untuk semua obyek astronomi yang mengorbit Matahari yang tidak diamati memiliki karakteristik dari suatu komet aktif atau planet, tetapi telah semakin datang untuk terutama mengacu pada badan berbatu dan logam kecil dari Solar batin Sistem dan keluar ke orbit Jupiter. Sebagai obyek kecil di luar tata surya sudah mulai ditemukan komposisi yang diamati berbeda dari objek historis disebut asteroid. Harbouring didominasi bahan volatil berbasis serupa dengan komet daripada asteroid berbatu atau logam lebih akrab, mereka sering dibedakan dari mereka.
Ada jutaan asteroid, dan seperti kebanyakan kecil lainnya Sistem tubuh Surya asteroid dianggap sisa-sisa planetesimal, bahan dalam nebula surya Matahari muda yang belum tumbuh cukup besar untuk membentuk planet. Sebagian besar asteroid yang dikenal orbit di sabuk utama asteroid antara orbit Mars dan Jupiter, namun banyak keluarga ada orbital berbeda dengan populasi yang signifikan termasuk Jupiter Trojans dan asteroid dekat Bumi. asteroid Individu dikategorikan dengan spektrum karakteristik mereka, dengan mayoritas jatuh ke dalam tiga kelompok utama: C-type, S-jenis, dan M-tipe. Biasanya ini diidentifikasi dengan komposisi karbon kaya, berbatu, dan logam masing-masing.

d.      Meteoroid
Meteorid adalah benda padat yang bergerak dalam ruang antarplanet. Benda ini berukuran lebih kecil dibanding asteroid. Benda ini bergerak dan bahkan dapat mencapai bumi. Meteorid yang terlalu dekat dengan bumi dapat masuk ke atmosfer bumi dan terlihat sebagai meteor. Meteoroid yang bergesekan dengan atmosfer akan terbakar dan meninggalkan jejak cahaya yang bersinar. Peristiwa ini dikenal dengan hujan meteor atau bintang jatuh. Meteor yang sampai di bumi ini dinamakan meteorit. Meteoroid logam memiliki komposisi besi, nikel, kobalt, dan fosfor. Meteoroid batuan tersusun dari oksigen, besi, silikon, dan magnesium.[10]

e.       Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor seperti buah kemukus yang telah dikeringkan.
Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari.  Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaan km. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
·         Jagad Raya atau sering disebut Alam Semesta adalah keseluruhan ruang dan waktu yang terdiri dari triliyunan galaksi yang terbentuk dari bintang-bintang.
·         Bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya.
·         Planet adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri, tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi termonuklir, dan telah "membersihkan" daerah sekitar orbitnya yang dipenuhi planetesimal.
·         Satelit adalah benda langit yang kecil beredar mengelilingi benda langit yang lebih besar (planet) dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar.
·         Matahari adalah Matahari adalah suatu bintang yang menjadi pusat tata surya beserta planet-planetyang mengelilinginya.
·         Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya.
·         Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya.
·         Asteroid (planetoid) adalah bongkahan batuan yang terdapat dalam sabuk asteroid (antara orbit Mars dan Yupiter).
·         Meteorid adalah benda padat yang bergerak dalam ruang antarplanet. Benda ini berukuran lebih kecil dibanding asteroid.
·         Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.



DAFTAR PUSTAKA

Moh. Murtadho, Ilmu Falak Praktis, Malang: UIN-Malang Press, 2008, hl. 7.
Waldjinah, dkk., Detik-detik Ujian Nasional Ilmu Pengetahuan Alam tahun pelajaran 2013/2014, untuk SMP/Mts. PT Intan Perwira
Tetty Yuliawati, dan Denny Indra Sukry, IPAL (Intisari Pengetahuan Alam Lengkap) SMP, Jakarta: Kawan Pustaka.
TIM Aviva, PAKAR (Panduan Aktif Belajar) IPA Fisika berdasarkan standar Isi Tahun 2006 untuk SMP Kelas IX,





[1]Moh. Murtadho, Ilmu Falak Praktis, Malang: UIN-Malang Press, 2008, hl. 7.
[3] Moh. Murtadho, Ilmu Falak Praktis, Malang: UIN-Malang Press, 2008, hl. 41-42.
[5] Ibid, hl. 42
[6] TIM Aviva, PAKAR (Panduan Aktif Belajar) IPA Fisika berdasarkan standar Isi Tahun 2006 untuk SMP Kelas IX, hl. 66.
[7] Tetty Yuliawati, dan Denny Indra Sukry, IPAL (Intisari Pengetahuan Alam Lengkap) SMP, Jakarta: Kawan Pustaka. Hl. 9.
[10] Waldjinah, dkk., Detik-detik Ujian Nasional Ilmu Pengetahuan Alam tahun pelajaran 2013/2014, untuk SMP/Mts. PT Intan Perwira, hl. 29. 

0 comments:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com